Forum Gereja Kristen Indonesia Diskusi Tentang Alkitab  

Go Back   Forum Gereja Kristen Indonesia Diskusi Tentang Alkitab > Miscellaneous Forum > Humour and Jokes
Connect with Facebook


Kumpulan Humor Yang Menjadi Berkat Bagi Saya

Humour and Jokes


Reply
 
Thread Tools Display Modes
  #1  
Old 06-06-08, 02:12 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Don't mess with Children

7 reasons not to mess with children

1) A little girl was talking to her teacher about whales. The teacher said it was physically impossible for a whale to swallow a human because even though it was a very large mammal its throat was very small. The little girl stated that Jonah was swallowed by a whale. Irritated, the teacher reiterated that a whale could not swallow a human; it was physically impossible.
The little girl said, "When I get to heaven I will ask Jonah".
The teacher asked, "What if Jonah went to hell?"

The little girl replied, "Then you ask him".

2) A Kindergarten teacher was observing her classroom of children while they were drawing. She would occasionally walk around to see each child's work. As she got to one little girl who was working diligently, she asked what the drawing was. The girl replied, "I'm drawing God." The teacher paused and said, "But no one knows what God looks like."

Without missing a beat, or looking up from her drawing, the girl replied, "They will in a minute."

3) A Sunday school teacher was discussing the Ten Commandments with her five and six year olds. After explaining the commandment to "honour" thy Father and thy Mother, she asked, "Is there a commandment that teaches us how to treat our brothers and sisters?"

Without missing a beat one little boy (the oldest of a family) answered, "Thou shall not kill."

4) One day a little girl was sitting and watching her mother do the dishes at the kitchen sink. She suddenly noticed that her mother had several strands of white hair sticking out in contrast on her brunette head. She looked at her mother and inquisitively asked, "Why are some of your hairs white, Mom?"
Her mother replied, "Well, every time that you do something wrong and make me cry or unhappy, one of my hairs turns white."

The little girl thought about this revelation for a while and then said, "Momma, how come ALL of grandma's hairs are white?"

5) The children had all been photographed, and the teacher was trying to persuade them each to buy a copy of the group picture. "Just think how nice it will be to look at it when you are all grown up and say, 'There's Jennifer, she's a lawyer,' or 'That's Michael, He's a doctor.'

A small voice at the back of the room rang out, "And there's the teacher, she's dead."

6) A teacher was giving a lesson on the circulation of the blood. Trying to make the matter clearer, she said, "Now, class, if I stood on my head, the blood, as you know, would run into it, and I would turn red in the face." "Yes," the class said. "Then why is it that while I am standing upright in the ordinary position the blood doesn't run into my feet?"

A little fellow shouted, "Cause your feet ain't empty."

7) The children were lined up in the cafeteria of a Catholic elementary school for lunch. At the head of the table was a large pile of apples The nun made a note, and posted on the apple tray: "Take only ONE . God is watching." Moving further along the lunch line, at the other end of the table was a large pile of chocolate chip cookies.

A child had written a note, "Take all you want. God is watching the apples."

Last edited by edward; 06-06-08 at 10:42 AM.
Reply With Quote
  #2  
Old 06-06-08, 02:22 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Cerita "Alkitabingah"

Orang Pelit Masuk Neraka

Dua anak Sekolah Minggu sedang bercakap-cakap.

Samuel : "Coba terka, orang seperti apa yang paling banyak masuk neraka, apakah pencuri, pembunuh atau orang pelit?"

Natanael: "Tentu saja pencuri dan pembunuh! Karena yang satu mengambil harta orang sedangkan yang lain mengambil nyawa orang."

Samuel : "Kata papa-ku orang pelit yang paling banyak masuk neraka!"

Natanael: "Ach, masa iya ... ??? Apa dosanya, khan itu hartanya sendiri, suka-suka ku donk!"

Samuel : "Nah, itulah...! Saking pelitnya maka ketika Tuhan Yesus mau minta dosanya untuk dibuang ke tubir laut yang paling dalam,dia nggak ngasih!"

Doa dengan Bahasa Gaul di Malam Tahun Baru

31 dec 2007 malam tahun baru co gaul sedang berdoa

Co gaul : "Tuhan hujannya berenti sebentar dong, kan tahun baru gue pingin jalan ama cewek gue puter2 kota. entar klo udah sampe rumah hujan lg juga ga papa. kan sekali setahun gitu loh, masa harus hujan2. please Tuhan berentiin hujan gitu loh!!!!"

Tuhan menjawab : "SO WHAT GITU LOH...!!!!"

Di Gereja Tidak Boleh Berisik

Sebelum mengakhiri kelasnya, guru Sekolah Minggu bertanya kepada murid-muridnya.

Guru : "Kenapa kalo di gereja kita tidak boleh berisik?"

Murid: "Karena di gereja ada yang lagi tidur."

Ayat yang Cocok Untuk Perkawinan

Seorang guru Sekolah Minggu menguji anak-anak kelas besar dengan hapalan ayat.

"Siapa yang bisa menyebutkan ayat yang sesuai untuk pembaptisan?"

"Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum," jawab seorang anak.

"Bagus. Nah, bagaimana kalau ayat untuk pengampunan?"

"Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga."

"Wah, ternyata kalian pintar-pintar. Coba sekarang, sebutkan ayat yang cocok untuk perkawinan!"

Ternyata kali ini tidak ada yang tahu. Namun, beberapa saat kemudian, seorang anak mengangkat tangan dengan malu-malu.

Ia pun mengucapkannya pelan-pelan, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Nasihat Pendeta

Seorang pemuda yang akan berangkat ke ladang misi pamit pada Pendetanya.
"Pa, minta doa. Besok saya akan pergi ke ladang misi," katanya.

"Pergilah, Nak. Hati-hatilah di negeri orang, kau harus pandai bergaul, supaya banyak menenangkan jiwa."

"Bagaimana resepnya, Pa?"

"Ya, jika kau bertemu dengan tukang tahu, bicaralah soal tahu. Jika bertemu dengan tukang lontong, bicaralah soal lontong, dan jika bertemu dengan tukang sayur, bicaralah soal sayur."

"Bagaimana, jika bertemu dengan ketiganya, Bapa?"

"Ya, bicara saja soal gado-gado, Nak.."

Persembahan dari Seorang Pemurah

Seorang remaja duduk di gereja untuk mengikuti misa.

Pada saat kotak persembahan diedarkan, ia dengan segera membuka dompetnya dan memasukkan seribu rupiah ke dalam kotak persembahan itu.

Tiba-tiba, seorang bapak yang duduk dibelakangnya menepuk pundaknya dan memberikan uang 100 ribu kepada remaja itu. Remaja itu tersenyum, memasukkan uang 100 ribu itu ke dalam kotak persembahan, dan menatap sekilas dengan rasa kagum pada bapak yang sangat pemurah itu.

Tak lama kemudian Bapak dibelakangnya kembali menepuk pundaknya dan dia mendengar bisikan dari arah belakang,

"Nak, uang 100 ribu itu tadi jatuh dari dompetmu."
Reply With Quote
  #3  
Old 06-06-08, 04:45 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Laugh Everyday : Your Inner Jogging (1)

Permintaan Terakhir
Seorang pendeta tua merasa ajalnya telah hampir tiba. Ia berbisik pada perawat bahwa ia memerlukan kehadiran dokter dan pengacaranya. Perawat itu segera menelepon keduanya. Setelah mereka datang, pendeta itu meminta mereka duduk di kiri dan kanannya. Kedua orang itu menurutinya. Lalu pendeta itu memejamkan matanya dan diam.
Setelah berada dalam keheningan selama beberapa menit, kedua orang itu bertanya, “Apa yang bapak perlukan atas kehadiran kami.” Pendeta itu membuka matanya dan tersenyum lemah, “Tidak apa-apa. Saya hanya ingin seperti Yesus, mati di antara dua orang perampok.”

Pendeta Yang Marah
Ketika saya menyampaikan khotbah, saya melihat dua gadis remaja asyik bercanda di deretan belakang. Maka saya pun menggebrak mimbar dan berseru dengan suara keras, “Hai, ada dua orang tidak memperhatikan ucapan saya!” Mereka pun diam. Selesai kebaktian saya berdiri di pintu untuk menyalami para jemaat. Ada tiga orang dewasa menyampaikan permintaan maafnya karena mereka telah tertidur saat khotbah, mereka berjanji itu tak akan terjadi lagi.

Panggilan Menjadi Pendeta?
Setelah kebaktian Minggu pagi di gereja, seorang anak laki-laki tiba-tiba berkata pada ibunya, "Bu, saya memutuskan untuk menjadi seorang pendeta bila saya dewasa."
"Ibu setuju saja, tetapi apa yang menyebabkan kamu memutuskan itu?" "Ya," kata anak itu, "Bagaimanapun saya harus ke gereja pada hari Minggu, dan saya rasa akan lebih baik kalau saya berdiri di sana dan berteriak, daripada duduk dan diam saja."

Padat Karya
Seorang turis mancanegara sewaktu berkeliling daerah, serta ditemani oleh "host"nya, melihat sekelompok orang sedang menggali tanah dengan cangkul. Karena heran, ia bertanya: Sedang mengerjakan apa, orang-orang itu?? Didapat jawaban: Oh, mereka sedang membuat Banjir-kanal.

Tamu: Sepanjang berapa kanal tersebut, bila sudah jadi?
Host: Kira-kira 25 Km.

Tamu: Kok tidak memakai earth-movers saja, biar cepat selesai??
Host: Oh, ini yang namanya padat-karya, supaya banyak orang dapat pekerjaan!! (dengan bangga lho)

Tamu: Kalau begitu, saya punya gagasan yang bagus sekali. Kalau disetujui bisa memperkerjakan 100x lebih banyak orang.
Host: (kepingin tahu), Cepat kasih tahu dong gagasanmu yang bagus itu !!!

Tamu: Buang cangkul-cangkul itu.
Host: (heran sekali). Lho, lantas bagaimana bisa kerja???

Tamu: Ganti dengan sendok !!!!

Otak profesor
Dalam suatu kuliah filsafat dibahas tentang adakah Tuhan. Profesor itu mengemukakan logika ini:
“Apakah ada di antara Anda pernah melihat Tuhan?” Tak ada yang menjawab.
“Apakah ada di antara Anda pernah menyentuh Tuhan?” Lagi-lagi tak ada yang menjawab.
Profesor itu berkata, “Jadi kesimpulannya Tuhan itu tidak ada.”
Setelah beberapa saat seorang mahasiswa memberanikan diri untuk bertanya. Profesor itu mengizinkannya. Ia berdiri di depan kelas dan bertanya pada rekan-rekannya.
“Apakah ada di antara Anda yang pernah melihat otak profesor?” Hening.
“Apakah ada di antara Anda pernah menyentuh otak profesor?” Juga hening.
“Jadi kalau kita mengikuti logika profesor, maka profesor kita ini tidak mempunyai otak.”

Orang kaya yang baik hati
Pada suatu hari seorang yang kaya raya mengendarai mobilnya di suatu pedesaan. Ia menghentikan mobilnya ketika ia melihat ada seorang ibu sedang memakan rumput. Ia bertanya pada ibu itu mengapa ia memakan rumput. Ibu itu dengan sedih berkata, "Ya saya sangat miskin, saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan."
"Kalau begitu ayo ikut aku ke rumahku."
"Tetapi saya mempunyai tujuh orang anak."
"Dimana mereka?"
Ibu untuk menunjuk ke suatu tempat. Di situ ia melihat ada tujuh orang anak yang juga sedang memakan rumput.
"Ayo ajak mereka sekalian."
Mereka pun masuk ke mobil orang kaya itu. Ibu itu yang merasa terharu akan kebaikan orang itu bertanya, "Pak, apa yang mendorong bapak begitu baik untuk mengajak kami semua?" Orang itu hanya menjawab, "Kebetulan rumput di rumah saya sudah panjang-panjang."

Orang kaya
Ada seorang kaya yang sangat saleh dan selalu berlaku baik. Ketika ia meninggal Tuhan berkata padanya, “Kamu akan masuk sorga.” Orang itu bertanya apakah ia boleh membawa beberapa kekayaannya ke sorga. Tuhan berkata, “Itu tidak bisa, tak ada orang diperbolehkan membawa sesuatu ke sorga.” Orang kaya itu bertanya lagi, “Apakah tidak bisa diberikan izin khusus bagiku untuk membawa sedikit saja kekayaanku?” Tuhan berkata, “Baik.” Maka orang itu membawa beberapa bongkah emas yang ditumpuknya dengan rapi dan dimasukkan ke tas. Kemudian ia pun pergi ke sorga. Di gerbang sorga seorang malaikat berkata, “Kamu tidak boleh membawa sesuatu!” Orang itu menjawab, “Tetapi saya telah memperoleh izin khusus.” Malaikat pun mengecek pada Tuhan. Ketika ia kembali ia bertanya. “Apa yang kamu bawa?” Orang itu membuka tasnya. Malaikat itu memeriksanya dan berkata dengan heran, “UBIN JALANAN BEGINI KAMU BAWA KE SINI?”

Nuh zaman modern
Tuhan berkata pada Nuh, “Dalam enam bulan ini Aku akan menurunkan hujan lebat hingga seluruh dunia dipenuhi air dan semua yang jahat akan ditenggelamkan. Tetapi Aku akan menyelamatkan beberapa orang dan beberapa mahluk hidup di atas bumi ini. Oleh karena itu Kuperintahkan padamu untuk membangun sebuah perahu yang besar.” Kemudian Tuhan memberikan spesifikasi perahu itu. Nuh pun menjawab, “Baik Tuhan, akan kulaksanakan perintahMu.”

Setelah enam bulan langitpun mendung, hujan deras tampaknya akan segera turun. Tuhan pun memandang ke bawah dan bertanya pada Nuh, “Mana perahu yang Kuperintahkan untuk kaubuat?”

Dengan gemetar Nuh pun menjawab, “Maaf Tuhan, saya sudah berusaha. Saya telah mengajukan permintaan Surat Izin Mendirikan Bangunan tetapi belum saya peroleh karena spesifikasi perahu dan tempatnya tidak sesuai dengan tata letak kota. Selain itu saya juga kesulitan mendapatkan kayu karena ada larangan menebang pohon dari Departemen Lingkungan Hidup. Juga dinas kota meminta Amdal dari aliran banjir yang akan Tuhan buat. Departemen Tenaga Kerja menginginkan daftar pakar asing yang akan terlibat dalam pembuatan perahu tersebut. Kelompok pencinta binatang juga memprotes saya karena hanya boleh memilih sepasang untuk setiap jenis binatang untuk diselamatkan. Belum lagi tetangga saya semua memprotes karena mereka tidak suka ada perahu di tempat ini. Tampaknya dengan semua kesulitan ini saya tidak dapat menyelesaikan perahu itu dalam lima tahun.”

Tiba-tiba langitpun mulai cerah. Nuh menengok ke langit, “Tuhan, apakah Engkau tidak jadi menurunkan hujan?” Tuhan menjawab, “Tidak perlu lagi. Semua kerumitan birokrasi itu sudah cukup.”

Mengapa tak kau lakukan
Pada suatu sore, seorang isteri berkata pada suaminya, “Lihat tuh pasangan di sebelah rumah kita, betapa mesranya, setiap kali mereka bertemu mereka selalu berciuman. Mengapa kamu tidak melakukan seperti itu?” Suami itu menjawab, “OK, tetapi masalahnya saya belum terlalu kenal wanita itu.”

Nilai untuk Tuhan
Seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan ujiannya di suatu Sekolah Alkitab tidak begitu siap. Ketika ia sampai ke sebuah pertanyaan yang sulit, ia menuliskan, “HANYA TUHAN YANG TAHU!” sebagai jawabnya. Ketika kertas ujian itu dikembalikan, disitu tertulis dengan tinta merah, “Tuhan mendapat nilai ‘A’, dan Anda mendapat “F”.
Reply With Quote
  #4  
Old 06-06-08, 04:47 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Laugh Everyday : Your Inner Jogging (2)

Mr. Bean Tumor Otak
Dokter : Dengan menyesal harus saya katakan pada Anda bahwa Anda terkena tumor di otak.
Mr. Bean: Horee!!! (melompat kegirangan)
Dokter : Anda mengerti maksud saya bukan?
Mr. Bean: Tentu saja, apakah Anda kira saya bodoh?
Dokter : Mengapa Anda begitu gembira?
Mr. Bean: Karena itu membuktikan bahwa saya mempunyai otak.

Mr. Bean di sekolah
Guru : Berapakah 5 plus 4?
Mr. Bean: 9
Guru : Berapakah 4 plus 5?
Mr. Bean: He, he, Anda mau menjebak saya, Anda hanya membalik hitungannya, jawabnya 6!!

Mr. Bean di apotik
Mr. Bean : Saya ingin membeli vitamin untuk cucu saya.
Karyawan: Vitamin apa, A, B atau C?
Mr. Bean : Apa saja, cucu saya belum bisa membaca!!

Mr. Bean sedang di belakang orang yang mengantri di ATM
Orang : Apa yang kamu lihat?
Mr. Bean: Saya tahu nomor PIN Anda, hee, hee...
Orang : OK, berapakah nomor PIN saya?
Mr. Bean: Empat buah asterisk (*).

Mr. Bean sedang mengobrol dengan teman
Teman : Bagaimana dengan kaset video yang Anda pinjam dari saya kemarin? Bagus?
Mr. Bean: Apanya yang bagus, tadinya saya kira itu sebuah film horor. Ternyata tidak ada gambarnya.
Teman : Apa judul film itu?
Mr. Bean: Head Cleaner.

Ibu Mr. Bean meninggal
Mr. Bean: (menangis) Dokter bilang, ibu saya meninggal.
Teman : Saya ikut berduka cita, sahabatku.
Dua menit kemudian Mr. Bean menangis lagi bahkan lebih keras.
Teman : Ada apa lagi?
Mr. Bean: Kakak saya baru menelepon, ibunya juga meninggal.

Mr. Bean menghadiri rapat
Rekan : Maaf saya terlambat. Saya terjebak di dalam lift selama 4 jam karena listrik padam.
Mr. Bean: Tidak apa, saya juga … saya terjebak di eskalator selama 3 jam.

Pelajaran Mengeja
Anak Mr. Bean: Pa, bagaimana ejaan kata “successful” … dengan satu c atau dua c?
Mr. Bean : Beri saja tiga agar yakin.

Mr. Bean ke bioskop
Teman : Mengapa kamu mengajak 18 teman menonton bioskop.
Mr. Bean: Karena di bawah 18 tidak boleh.

Mr. Bean membeli TV
Mr. Bean: Apakah ada TV warna?
Penjual : Ya!
Mr. Bean: Beri saya yang hijau.

Mr. Bean membeli termos
Mr. Bean: Barang apakah ini?
Penjual : Ini adalah termos.
Mr. Bean: Untuk apa itu?
Penjual : Membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Mr. Bean: Ha, ha. Saya akan beli.
Besoknya Mr. Bean ke kantor dengan membawa termos.
Bos : Mengapa Anda membawa termos?
Mr. Bean: Karena membuat yang panas tetap panas, yang dingin tetap dingin.
Bos : Anda isi apa?
Mr. Bean: Dua gelas kopi dan secangkir es krim.

Mr. Bean di kantor...
Mr. Bean sangat teliti, setelah membuat fotocopy ia selalu mengecek apakah hasil kopiannya cocok dengan aslinya.

Mr. Bean di tengah badai petir...
Mr. Bean selalu tersenyum ketika ada badai petir karena ia mengira sedang dipotret.

Mr. Bean menelpon...
Mr. Bean bingung tidak bisa menelpon 911.
Karena di situ tidak ada angka 11.

Mr. Bean bekerja dengan komputer...
Mr. Bean membeli komputer baru dan menggunakannya. Ketika ia menemui kesulitan, ia memutuskan untuk menekan tombol “Help”. Tak lama kemudian ia menjadi bingung dan menelpon toko komputer.
Mr. Bean: Saya menekan tombol F1 untuk meminta bantuan, tetapi sudah setengah jam tidak ada orang datang membantu saya.

Mr. Bean ke dokter
Mr. Bean datang ke dokter dengan kedua telinganya luka bakar.
Dokter : Apa yang terjadi?
Mr. Bean: Saya sedang menyeterika dan telepon berdering, saya salah mengambil gagang telepon, tidak sengaja saya mengangkat seterika dan menempelkannya di telinga saya.
Dokter : Wow..! Tetapi apa yang terjadi dengan telinga Anda yang satu lagi?
Mr. Bean: Teman saya yang goblok itu menelepon lagi.

Mr. Bean bermain jigsaw puzzle
Setelah berhasil menyusun suatu jigsaw puzzle dengan bangga ia memperlihatkan pada temannya.
Mr. Bean: Saya hanya memerlukan 5 bulan untuk menyusunnya.
Teman : Mengapa begitu lama?
Mr. Bean: Lama? Lihat ini dikotaknya tertulis “Untuk 4-7 tahun”.


Menemukan Yesus
Seorang yang sedang mabuk ikut antrian orang yang akan dibaptis di suatu sungai. Ia berjalan menuju ke tepi sungai dan berdiri di samping pendeta. Pendeta itu bertanya pada orang tua yang mabuk itu, “Apakah kamu sudah siap menemukan Yesus?”
Orang itu menjawab, “Ya pendeta.” Pendeta itu membawa orang itu ke sungai dan membenamkan orang itu selama beberapa detik, lalu menariknya keluar kembali.
“Sudahkah kamu menemukan Yesus?” Tanya pendeta itu. “Belum pendeta, belum,” jawab orang itu. Pendeta itu kembali membenamkan kepala orang itu sedikit lebih lama lalu mengentaskannya dan bertanya, “Sekarang, saudaraku, sudahkan kamu menemukan Yesus?”
“Belum pendeta, belum.” Pendeta itu dengan jengkel membenamkan lagi orang itu lebih lama lagi lalu ia bertanya dengan nada keras, “Sudah kau temukan Yesus belum?”
Pemabuk tua itu mengusap matanya dan bertanya pada pendeta itu, “Yakinkah bapak bahwa ia tenggelamnya di sini?”

Memerlukan doa
Seorang anak datang ke seorang pendeta meminta padanya datang ke rumahnya untuk mendoakan ibunya yang sedang sakit flu berat. Pendeta itu kenal keluarga tersebut dan tahu bahwa mereka biasa pergi ke gereja lain. Pendeta itu bertanya pada anak itu, "Mengapa kamu tidak minta pendeta Simon saja yang datang mendoakan ibumu?" Anak itu menjawab, "Kami khawatir ia tertular ibu saya."

Membangun gereja baru
Jemaat suatu gereja memutuskan untuk mendirikan sebuah gereja baru. Mereka membentuk suatu panitia untuk mempelajari biaya yang diperlukan. Setelah mereka memperoleh daftar harga, mereka menyadari tidak memiliki dana yang cukup tanpa meminjam dari bank. Tetapi bunga bank terlalu tinggi, hingga kemungkinan untuk ini tidak ada. Setelah berpanjang lebar, panitia itu menyampaikan kesimpulannya.
1.Karena harga tanah terlalu mahal mereka memutuskan untuk menggunakan tanah tempat gereja yang lama berdiri.
2.Karena harga material terlalu tinggi mereka memutuskan menggunakan material yang sudah ada di gereja yang lama.
3.Hingga bangunan baru selesai, agar kebaktian tetap bisa berlangsung selama pembangunan, mereka tetap akan menggunakan bangunan yang lama.

Masalah berat badan
Seorang laki-laki mempunyai masalah berat badan. Ia sudah berusaha dengan segala cara namun tidak berhasil. Akhirnya ia datang menemui pendetanya. "Aku kira hal ini merupakan suatu masalah spritual", kata pendeta itu. Ia membuka Alkitab dan menunjukkan sebuah ayat, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah Bait Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah."
"Ya," kata orang laki-laki itu, "tetapi dapatkah Bapak memberi tahuku bagaimana aku dapat menjadi sebuah kapel kecil di pinggir jalan, bukan sebagai katedral Notre Dame?

Mana yang benar
Seorang pastor sedang berdoa sambil merokok. Rekannya, juga seorang pastor, menegurnya. "Eh tidak boleh berdoa sambil merokok."
"Ah, saya sudah tanya bapak Uskup katanya boleh."
"Saya juga sudah tanya bapak Uskup tetapi katanya tidak boleh."
"Bagaimana kamu bertanyanya?"
"Saya bertanya apakah ketika saya sedang berdoa, saya boleh merokok. Bapak Uskup mengatakan tidak boleh."
"Ya, tetapi ketika saya bertanya apakah ketika saya sedang merokok, saya boleh berdoa, bapak Uskup mengatakan boleh."
Reply With Quote
  #5  
Old 06-06-08, 04:50 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Laugh Everyday : Your Inner Jogging (3)

Malam Natal di Betlehem
Sepasang suami isteri yang sangat religius berwisata di Tanah Suci pada saat Natal. Mereka berkeputusan untuk merayakan malam Natal di Betlehem, tempat kelahiran Yesus, dan ini akan sangat berarti bagi mereka. Setiba di sana, mereka mencari hotel, baik yang mahal maupun yang murah, tetapi tidak ada kamar yang tersisa.
Akhirnya mereka sampai di suatu hotel dan sang suami keluar dari mobil dan berkata pada isterinya: “Tunggu di sini, sayang. Saya akan lihat apa yang bisa saya lakukan bagi kita.”
Ia masuk ke hotel itu tetapi petugas hotel mengatakan tak ada lagi kamar. “Maaf Pak. Ini malam Natal, saat yang paling sibuk bagi kami.” Berapapun orang itu mau membayar, petugas itu tetap mengatakan tidak bisa. Akhirnya orang itu berkata, “Saya berani bertaruh, bila saya katakan bahwa nama saya Yusuf, dan wanita yang menunggu di mobil itu adalah Maria, dan dia baru saja melahirkan, maka Anda pasti akan memberikan kami sebuah kamar.”
“Eem,” kata petugas hotel itu, “Saya … saya kira begitu.” “Oke,” kata orang itu. “Saya jamin mereka tidak akan datang malam ini, maka kita akan mengambil kamarnya.”

Makin berimanlah
Saya mendengarkan seorang wanita menelepon seorang pendeta dalam suatu siaran radio. Pendeta itu seorang yang bijaksana, kebapakan, dan suaranya tenang dan meyakinkan, dapat mencairkan semua kekuatiran. Wanita itu sambil menangis berkata, “Pendeta, saya dilahirkan buta, saya telah buta selama hidup saya. Saya menerima keadaan saya tetapi saya mempunyai teman yang selalu mengatakan kalau saya mau lebih beriman lagi, saya akan sembuh.”
Pendeta itu bertanya, “Apakah kamu selalu membawa tongkat putih kamu?” “Ya,” jawabnya.
“Lain kali kalau dia bilang begitu lagi kepada kamu, pukullah kepalanya dengan tongkat kamu,” kata pendeta itu. “Lalu bilanglah padanya, kalau kamu mau lebih beriman lagi, kamu tidak akan merasa sakit.”

Logika hari Sabat
Matius 12:9-14
(9): Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
(10): Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. .....
(14): Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
Jadi menurut logika orang Farisi, menyembuhkan orang pada hari Sabat tidak diperbolehkan, tetapi bersekongkol untuk membunuh orang boleh.

Lebih pintar dari Einstein
Setelah selesai suatu kebaktian, jemaat menyalami pendeta di pintu keluar. Orang yang terakhir menyalami pendeta itu berkata, “Terima kasih Pak Pendeta. Anda tahu, Anda tentu lebih pintar dari Einstein.” Dengan bangga pendeta itu menjawab, “Terima kasih!”
Ketika minggu berlalu, pendeta itu mulai berpikir tentang pujian orang itu. Makin ia berpikir semakin bingung dia, mengapa ada orang yang mengatakan ia lebih pintar dari Einstein. Maka ia memutuskan untuk bertanya pada orang itu pada Minggu berikutnya.
Pada hari Minggu itu ia bertanya pada orang itu apakah ia ingat akan pujiannya. Orang itu menjawab, ya. Pendeta itu bertanya: “Tepatnya apa yang Anda maksud bahwa saya lebih pintar dari Einstein?”
Orang itu menjawab, “Ya Pak Pendeta, orang bilang bahwa Einstein sedemikian pintarnya hingga di seluruh dunia ini hanya sepuluh orang saja yang mengerti dia. Tetapi Pak Pendeta, tak ada orang yang mengerti Anda.”

Lebih baik?
Seorang pendeta ketika akan memulai khotbahnya agak panik karena catatan khotbahnya tertinggal, ia berkata pada jemaatnya. “Maafkan saya, pada hari ini saya hanya bergantung pada apa yang akan Tuhan katakan pada saya, tetapi minggu depan saya akan berusaha lebih baik.”

Kunjungan pendeta
Seorang pendeta melakukan kunjungan pada salah seorang jemaatnya. Ia mengetok pintu dan seorang anak berumur empat tahun membukakannya. Anak itu yang mengenal pendeta tersebut berteriak pada ayahnya, “Pa, itu orang yang bekerja pada Tuhan menunggu di luar.”

Kumpulan Humor

Lukman dan Harun melihat suatu pameran mobil dan mereka mengagumi mobil yang dipamerkan di situ. Ini percakapan mereka.
"Kalau saya pilih mobil yang ini, walaupun kecil tetapi cantik potongannya. Harganya pun tidak terlalu mahal."
"Memangnya kamu akan beli?"
"Ah enggak."
"Kalau enggak beli mengapa tidak pilih yang Mercy sekalian."

Dua ekor kecoa saling menceritakan pengalamannya.
"Kemarin saya pergi ke rumah sebelah, rumahnya bersih sekali dan lantainya mengkilat ..."
"Jangan ngomong gitu iiih. Ini saya lagi makan."

Bapak saya mengikuti program kebugaran yang diadakan setiap pagi kecuali hari Kamis. Setelah mengikuti program tersebut selama sebulan, para peserta diminta mengemukakan manfaat yang dirasakannya. Bapak saya mengemukakan, "Yang pasti setiap Kamis pagi tidur saya nikmat sekali."

Kakak saya bekerja sebagai teller di suatu bank. Suatu hari antrian panjang. Seorang warga yang berpengaruh dan terpandang di kota itu mendesak minta didahulukan, namun kakak saya menolak. Dengan membelalak orang itu berkata, "Rupanya Anda tidak tahu siapa saya ini." Kakak saya yang tentu saja mengenalinya hanya menjawab, "Tentu saja saya tahu. Bukankah Anda yang mengantarkan sofa ke rumah saya kemarin."

Seorang sekretaris yang masih baru berdiri kebingungan di depan alat penghancur dokumen. Bosnya yang sedang lewat berhenti dan mengambil dokumen yang berada di tangannya, "Nih begini, caranya mudah, tinggal di masukkan saja." Tetapi sekretaris itu masih kebingungan, "Ya, tetapi copynya keluar dari mana?"

Seorang cewek remaja sedang menunggu kedatangan pacarnya untuk kencannya yang pertama. Orang tua sang cewek sudah mewanti wanti, "Awas kalau dia memanggil kamu dengan hanya membunyikan klakson saya tidak akan mengizinkan kamu." Sesaat kemudian telepon berdering, panggilan dari handphone sang pacar.

Kotbah Tentang Dosa Kebohongan
Pengkhotbah memberitahu pada jemaatnya, “Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu Anda memahaminya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17." Pada Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya, ia berkata, “Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus 17.” Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, “Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang dosa kebohongan.”

Kembali Ke Awal (Back To Basic)
Seorang pemimpin gereja mengritik misi Billy Graham, “Saya kira dia membawa gereja mundur 50 tahun.”
Graham mengomentari kritik itu dengan humor, “Saya khawatir saya telah gagal. Saya sebenarnya mengharapkan gereja kembali seperti 2000 tahun yang lalu.”

Kematian Sebuah Gereja
Seorang pendeta merasa sedih dengan keadaan gerejanya di suatu kota kecil. Pengunjung gerejanya sangat sedikit. Iapun memasang pengumuman di koran bahwa gerejanya telah mati dan ia bermaksud mengadakan upacara penguburan yang akan diadakan Minggu siang. Warga kota itu ingin tahu bagaimana upacara itu akan dilakukan. Maka merekapun datang ke gereja pada saat upacara itu dilakukan.
Di depan mimbar ada sebuah peti mati. Pendetapun membacakan khotbahnya, kemudian ia mempersilahkan jemaat untuk maju ke depan untuk menyampaikan rasa hormat pada yang meninggal.
Suatu antrian panjang terbentuk. Setiap orang menjenguk ke dalam peti mati lalu kembali dengan wajah bersalah dan malu. Di dalam peti dipasang sebuah cermin besar. Setiap orang melihat dirinya sendiri.

Kemana Liburan Natal ?
Hari Natal hampir tiba. Ibu guru bertanya kepada murid-muridnya rencana mereka pada liburan Natal nanti. Ia menengok kepada sikecil Djoni dan bertanya, "Djoni, akan kemana kamu liburan Natal nanti?" Djoni menjawab, "Kami akan mengunjungi nenek di Yogyakarta."
"Bagus," kata Ibu Guru, "Coba tuliskan 'Yogyakarta' di papan tulis." "Eh, salah bu! Kami akan ke Solo."

Kelelahan
Pada malam Natal isteri pendeta ambruk di atas sofa karena merasa kelelahan. "Aku merasa amat lelah dan sebal", katanya kepada suaminya. Suaminya menjawab, "Aku telah memimpin dua kebaktian Natal kemarin malam, hari ini tiga kebaktian dan memberi lima khotbah. Mengapa kamu yang merasa kelelahan sayang?
Aku harus mendengarkan itu semua", jawabnya.

Kegugupan yang berbahaya
Seorang pendeta senior menasihati seorang pendeta muda agar membuat cerita yang dapat ‘memikat’ jemaatnya. “Misalnya?” tanya pendeta muda itu. “Seperti ini, ‘saat paling indah dalam hidup saya yang saya ingat adalah ketika saya berada dalam pelukan seorang wanita yang bukan isteri saya – yaitu ibu saya.
Pendeta muda itu sangat terkesan dengan cara itu maka ia bermaksud mencobanya pada khotbahnya yang pertama. Tetapi ia lebih gugup daripada yang ia duga semula. Ia memulai khotbahnya, “Anda tahu, salah satu saat yang paling indah dalam hidup saya adalah ketika saya berada dalam pelukan seorang wanita yang bukan isteri saya. Ya, seorang wanita yang bukan isteri saya. Anda dengar? Saya telah banyak kali berada dalam pelukannya. Dan dia adalah ... hmmm ... saya ... saya lupa siapa dia.”
Reply With Quote
  #6  
Old 06-06-08, 04:51 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Laugh Everyday : Your Inner Jogging (4)

Kebohongan terbesar
Seorang pendeta sedang berjalan dan ia melihat sekelompok anak-anak berumur 10-12 tahun sedang mengerumuni seekor anjing kecil. Karena khawatir anak-anak itu akan menyakiti anjing itu, pendeta itu mendekati mereka dan bertanya, “Apa yang kalian lakukan terhadap anjing ini?”
Salah seorang anak menjawab, “Anjing ini tidak ada yang punya. Kami semua menginginkannya, tetapi hanya seorang yang bisa membawanya pulang. Maka kami memutuskan bahwa siapa yang bisa menceritakan kebohongan terbesar dia yang akan memperoleh anjing ini.” Pendeta itu berteriak, “Kalian tidak boleh melakukan kontes kebohongan!” Lalu ia memberikan khotbah tentang kebohongan selama 10 menit. Ia memulai khotbahnya dengan, “Ketahuilah bahwa bohong itu suatu dosa.” Dan ia mengakhirinya dengan, “Ketika aku seumur kalian, aku tak pernah melakukan kebohongan.” Setelah hening sejenak, pendeta itu berpikir bahwa ia telah berhasil menasehati anak-anak itu dan ia akan melanjutkan perjalanannya. Tetapi seorang anak yang paling kecil menghela nafas dan berkata, “Baik, berikan pada dia anjing itu.”

Ke gereja atau memancing
Seorang anak laki-laki datang ke Sekolah Minggu terlambat. Gurunya, yang tahu bahwa ia biasanya tak pernah terlambat, bertanya apakah terjadi sesuatu di jalan.
Anak itu menjawab, tidak, ia hanya bermaksud pergi memancing bersama ayahnya tetapi ayahnya mengatakan bahwa ia perlu ke gereja. Gurunya sangat terkesan dan bertanya apakah ayahnya menjelaskan mengapa lebih penting pergi ke gereja daripada pergi memancing. Anak itu menjawab, “Ya, ayah berkata bahwa ia tidak mempunyai cukup umpan untuk memancing berdua.”

Kau tidak percaya Aku
Seorang atheis pada suatu hari yang tenang memancing di suatu danau. Tiba tiba perahunya diserang oleh mahluk Loch Ness (mahluk semacam naga yang dipercaya orang hidup di dasar danau Loch Ness, Skotlandia, tetapi keberadaannya belum pernah dibuktikan). Orang itu ketakutan dan berteriak, “Tuhan tolonglah aku!” Terdengar suara mengguntur dari awan awan, “Kukira kau tidak percaya pada-Ku.” “Tolong Tuhan, ampuni aku,” orang itu memohon, “Dua menit yang lalu aku juga tidak percaya kalau mahluk Loch Ness itu ada.”

Balasan Yang Setimpal
Konon di akherat semua orang akan mendapat balasan atas perbuatannya selama di dunia berupa pasangan hidup untuk selama-lamanya. dua sahabat adi dan edo mendapatkan balasan masing-masing. si adi dapat omas sementara si edo dapat si cantik alicia silverstone. si adi yang merasa diperlakukan tidak adil protes kepada tuhan.
adi : tuhan ini gimana sih, masa saya secakep ini dapat omas, sedang si edo yang biasa-biasa aja dapat alicia silverstone
edo : kan tuhan sayang sama edo, ya kan tuhan?
tuhan : sebenernya bukan begitu, adi dapat omas karena semasa di dunia adi sering berbuat dosa, jadi ini balasannya
adi : lho, si edo kan tidak kalah nakal dibanding adi, kok edo dapet bidadari
tuhan : oh itu sih bukan karena si edo nya baik, tapi karena semasa di dunia alicia silverstone itu sering berbuat dosa besar!
edo : sial, kalau gitu level gue sama dong sama si omas!

Macan Suka Berdoa
Seorang pendeta yang sedang bertugas menyebarkan agama di pedalaman Sumatera tiba - tiba bertemu dengan seekor macan. Karena beliau adalah seorang pendeta, maka tiada lain yang dapat diperbuatnya kecuali berdoa. "Ya Tuhan hidup dan matiku kini kuserahkan hanya kepadamu Tuhan" , tapi alangkah terkejutnya sang pendeta ketika melihat macan tersebut bersimpuh di tanah dan tangannya mengatup layaknya orang yang lagi berdoa. Melihat hal itu sang pendeta menjadi senang dan berkata : "Terima kasih Tuhan, ternyata yang dihadapan saya ini adalah macan yang baik." Tetapi alangkah terkejutnya si pendeta ketika si macan berkata : " Iya macan yang baik sebelum makan berdoa dulu."

Pesan Terakhir
Terbaring di sebuah rumah sakit, seorang pria sekarat tergopoh-gopoh menggapai dan membuat gerakan seolah-olah ada sesuatu yang akan ia katakan kepada pendo'a disampingnya. Sang pendo'a, mencoba mengamati dan pelan-pelan bertanya : "Adakah sesuatu yang ingin anda katakan ?". Pria itu mengangguk menegaskan, pendo'a itu segera memberikan secarik kertas dan pulpen yang tak lepas dari genggamannya, kemudian berkata : "Saya tahu anda tidak mampu berbicara, tapi tulislah disini apa yang ingin anda utarakan dan akan saya berikan kepada istri anda, saya berjanji tidak akan membacanya". Dengan sisa-sisa kekuatannya, pria itu menuliskan pesan terakhirnya dan memberikannya kepada sang pendo'a, tak lama kemudian iapun meninggal dunia. Setelah memimpin ritual pemakaman, pendo'a itu mendekati istri almarhum. Kemudian diberikannya catatan terakhir suaminya dan berkata, "Tepat sebelum suami yang anda cintai meninggal dunia, ia menuliskan pesan terakhir ini untukmu". Dengan bergelimang air mata, sang istri membaca pesan yang ditinggalkan suaminya, yang berbunyi: "SALURAN OKSIGENNYA JANGAN DIINJAK, DONG!!!!!!!"

Turis
Seorang ibu suatu gereja sedang ngobrol dengan temannya, ibu tsb. baru saja jadi turis ke negeri perjanjian. Maklum OKB (orang kaya baru) dia agak nyombong, dan memang hanya orang kaya yang bisa ke Israel.
Ibu A : Bu, tahu nggak onta disana itu pinter banget, kayak orangnya yang genius, onta juga genius, mosok begitu saya naik, onta langsung pergi nggak usah disuruh, udah gitu sampai ditempatnya, tanpa disuruh dia duduk.
Ibu B : Mosok....(Tanya ibu itu keheran-heranan).....tapi bu mendingan disini di Indonesia, begitu orangnya naik kuda, kuda langsung lompat....sampai ditempatnya...kudanya langsung ilang...trus gitu orangnya....juga hilangggggg !!!!!!!!

Katekisasi
Seorang empek (Kakek-kakek cina) yang mau dibaptis diwawancara oleh Majelis jemaat, terjadilah wawancara sbb.:
Majelis : Empek tenang saja, ini pertanyaan gampang pek, yang penting empek jawab sebisanya, lalu nanti dibaptis....dan pasti masuk surga.
Empek : Oe...makacih.....makaciiiih ! Majelis memperlihatkan gambar Bunda Maria, sambil bertanya Empek tahu ini gambar siapa ?
Empek : Oe tau....oe juga seling minum jamunya....ini jamu nyonya menil......sehat lo minum jamu ! Lalu majelis memperlihatkan gambar Tuhan Yesus, sambil tanya : Ini gambar siapa pek?
Empek : Kulang ajal....ini kemalin malam masuk lumah oe, panja...panja tembok oe....dia ambil kulkas oe, tipi oe....kulang ajal...olang gondlong hitam pakek umis lagi.. Majelis : Bukan....bukan pek.....ini gambar Yesus...gambar Yesus Tuhan kita. Si Empek langsung semaput.

Kasihilah musuhmu
Seorang pendeta memarahi seorang anggota jemaat yang juga seorang pemabuk. Ia berkata, "Joe, wiski merupakan musuhmu yang terbesar. Jauhilah sedapat mungkin." "Bukankah anda berkata di dalam khotbahmu bahwa kita harus mengasihi musuh kita?" "Tentu", jawab pendeta, "namun aku tak pernah mengatakan bahwa anda harus menelannya."

Masuk surga
Seorang perempuan setengah baya meninggal dunia. Di depan pintu surga ia bisa melihat betapa nyamannya di dalam sana. Ia juga melihat ibu, bapak, paman dan bibinya sedang makan bersama. "Mereka pasti sangat senang kalau melihatku," pikirnya. Perempuan tersebut kemudian menemui malaikat penjaga surga dan bertanya, "Bagaimana caranya supaya aku bisa masuk ke dalam surga?" Malaikat menjawab, "Mudah, kamu harus bisa mengeja dengan benar kata 'kasih sayang'. Karena perempuan tersebut dengan benar mengeja kata tersebut, ia dipersilakan masuk ke dalam surga. Kira-kira tujuh bulan kemudian malaikat penjaga surga minta tolong perempuan tersebut untuk menggantikan tugasnya sementara saja. Ketika ia sedang berjaga-jaga di depan pintu, tiba-tiba suaminya datang. "Aku sungguh tak menyangka akan melihatmu di sini secepat ini," kata si perempuan dengan senang. "Bagaimana keadaanmu setelah aku tinggalkan?" tanyanya. "Aku menikah lagi dengan sekretarisku. Lalu aku memenangkan undian yang haidahnya satu milyar rupiah. Aku jual rumah kecil kita dan membelinya yang lebih besar. Aku dan istri keduaku kemudian jalan-jalan keliling dunia. Ketika ke Swiss, aku ingin sekali main ski, tapi terjatuh dan.. begitulah, akhirnya aku tiba di sini." "Bagaimana sih caranya supaya aku bisa masuk surga?" tanya si suami. "Gampang kok, kamu harus mengeja dua kata dengan benar," kata si istri. "Oh ya. Kata apa itu?" "Arnold Schwarzenegger”

PHK
Seorang pegawai swasta yang kebetulan seorang majelis jemaat suatu ketika dipanggil Boss nya, yang kebetulan juga Kristen, tapi jarang ke gereja. Setelah duduk bosnya bilang : "Pak, mulai hari ini bapak terpaksa saya keluarkan , karena saya nilai bapak tidak bekerja dengan benar " " Salah saya apa pak, kok bapak sewenang-wenang terhadap saya dan keluarga saya " tanyanya kaget. " yah pokoknya Bapak saya keluarkan, titik !" jawabnya ketus "Yah apa boleh buat, kalau bapak menghendaki demikian.....Burung gagak tidak menabur benih tapi diberi makan, bunga bakung diladang didandani Tuhan melebihi Salomo dengan segala kemasyurannya, masakan Tuhan meninggalkan saya" jawabnya enteng " Orangtua mana yang memberi kalajengking pada anaknya....." sambungnya pelan memelas...." Masakan bos yang Kristen tega memecat orang yang memerlukan uluran tangan " sambungnya lagi terus keluar kamar bosnya sambil mengusap air matanya.
Reply With Quote
  #7  
Old 06-06-08, 04:53 AM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Laugh Everyday : Your Inner Jogging (5)

Tuhan Maha Tahu
Pak Sueb punya pohon mangga yang sedang banyak buahnya dan mateng mateng, tapi tiap malam sering kehilangan terus..saking kesalnya pak Sueb malam-malam nungguin dibawah pohon supaya nggak kecolongan lagi..tapi ngga ada yang hilang..tapi pas nggak dijaga hilang lagi... Saking kesalnya , malam-malam nulis pake kertas dengan bunyi "Tuhan maha tahu yang mengambil mangga saya " maksudnya supaya yang ngambil sadar,..khan gue bisa tidur pulas malem ini...!! pikirnya terus besok paginya diliat lagi..eh..mangganya masih hilang lagi...pas diliat tulisan dikertas ada tambahan tulisannya. dengan bunyinya sbb: " Tuhan memang tahu...tapi Tuhan nggak akan bilang sama siapa-siapa.

Gambar
Suatu kali seorang mahasiswa STT (Sekolah Tinggi Theologia) sedang bersiap siap hendak belajar, diambilnya Alkitab, lalu dibukanya , namun betapa kagetnya setelah dibukanya halaman 1 ternyata dijahatin temannya dimasukin gambar orang sedang bercumbu. Si Mahasiswa berguman : " Yah...Allah" lembar kedua dibuka, dilihatnya gambar porno, cewek sedang telanjang, lagi lagi mahasiswa berguman : " Yah.......Bapa" Lembar ketiga lagi-lagi gambar porno cewek-dan cowok sedang begituan, si mahasiswa : "Yah....Yesus" Lebar keempat dibuka lagi, mahasiswa penasaran "Yah....habis"

Kampanye
Suatu kali seorang Pendeta sedang mengadakan KKR disuatu kota , saking terkenalnya nama pendeta itu, sehingga pengunjungnya melimpah Dalam suatu wawancara antara pengunjung dan pendeta itu, terjadi dialog sebagai berikut :
Pengunjung : " pak pendeta berapa jumlah jemaat Bapak dan berapa jumlah gereja yang bapak pimpin ? " Karena pendeta itu pendeta sibuk, dia sampai lupa jumlahnya, yang dia inget malah iklan motor Jialing, maka jawabnya. Pendeta : " Jumlah jemaatnya buanyaaaaaaaak.....dan tidak bikin kantong bolong ! "

Kalau begitu ke gereja lain saja
Untuk kesekian kalinya Ny. Youngston datang ke pendetanya dan melaporkan, “Pak pendeta, saya sangat takut! Joe bilang bahwa ia akan melukaiku bila saya terus datang ke gereja Anda.” “Ya, ya, anakku,” jawab Pendeta Francis McGrady yang agak bosan mendengar laporan itu berulang ulang. “Saya akan selalu berdoa untuk Anda, Bu. Berimanlah – Tuhan akan selalu melindungi Anda.” “Oh ya, Pak, dia memang tidak melakukan apapun hingga sekarang, tetapi … “ “Tetapi apa anakku?” “Ya Pak, sekarang ia bilang bila saya tetap datang ke gereja Anda, ia akan melukai ANDA!” “Kalau begitu,” kata pendeta, “Mungkin lebih baik kalau Anda datang ke gerejanya Pendeta Lawrence Greider saja.”

Jawaban Jemaat
Di suatu tempat, ada banyak gereja yang dikenal sebagai gereja “menjawab kembali.” Bila pendeta mengatakan sesuatu, jemaat langsung menjawab. Pada suatu hari Minggu, seorang pendeta berbicara bagaimana membuat gereja lebih baik. Ia berkata “Bila gereja ini harus lebih baik, ia harus bangun dari tempat tidurnya dan berjalan.” Jemaat menjawab “Biarkan jalan, pendeta, biarkan jalan.” Tersemangati oleh jawaban itu, pendeta itu melanjutkan. “Bila gereja kita harus menjadi lebih baik, ia harus menyingkirkan penghalang penghalangnya dan lari!” Jemaat menjawab “Biarkan lari, pendeta, biarkan lari.” Dan sekarang benar-benar isi pesannya, ia berkata lebih keras. “Bila gereja kita harus menjadi lebih baik, ia harus memasang sayapnya dan terbang!” Jemaat menjawab “Biarkan terbang, pendeta, biarkan terbang.” Suara pendeta makin keras. “ Bila gereja ini harus terbang, ini memerlukan biaya!” Jemaat menjawab “Biarkan jalan, pendeta, biarkan jalan.”

Jangan menunggu
Seorang pendeta mengantri menunggu giliran di sebuah pompa bensin sebelum ia berangkat menempuh perjalanan panjang di akhir minggu. Petugas bekerja dengan cekatan, tetapi terlalu banyak mobil di depannya hingga ia harus menunggu. Akhirnya sampai juga pada gilirannya. “Pendeta,” kata seorang petugas muda yang melayaninya, “maaf atas kelambatan ini. Tampaknya tiap orang menunggu sampai menit terakhir sebelum mereka siap menempuh perjalanan yang panjang.” Pendeta itu menjawab, “Saya paham yang Anda maksud. Itu juga terjadi dalam pekerjaan saya.”

Jalan ke sorga
Seorang pendeta tiba di suatu kota kecil untuk melakukan suatu pelayanan di sana. Ia perlu mengeposkan sebuah surat, maka ketika ia melihat sikecil Johny ia bertanya pada anak itu dimana kantor pos. Setelah anak itu menunjukkannya, pendeta itu menyatakan terimakasih dan berkata, “Kalau kamu dapat datang ke gereja sore ini, kamu akan mendengarkan aku memberitahukan pada semua orang jalan menuju sorga.” Johny menjawab, “Bagaimana bapak tahu jalan ke sorga, sedang jalan ke kantor pos pun tidak tahu.”

Iman selalu menolong
Seorang guru sekolah minggu yang masih baru berusaha membuka lemari yang berisi perlengkapan mengajar. Ia sudah diberitahu nomor kombinasi untuk lemari itu, tetapi ia lupa. Akhirnya ia pergi ke kamar kerja pendeta untuk minta tolong. Pendeta itu datang ke ruang perlengkapan dan mencoba memutar nomor kombinasi. Setelah memutar dua nomor pertama pendeta tampak ragu-ragu. Akhirnya ia menengadah ke atas dan dengan khidmat mulutnya mengucapkan sesuatu. Kemudian ia kembali melihat ke kunci kombinasi dan tanpa ragu-ragu ia memutar nomor kombinasi dan membuka kuncinya. Guru sekolah minggu itu sangat takjub, “Saya sangat mengagumi iman Anda pak.” “Sebenarnya bukan apa-apa,” jawab pendeta itu, “Nomor itu saya tempel di langit-langit.”

Istri Yang Membantu
Seorang polisi menghentikan sebuah mobil yang sedang ngebut. Polisi berkata, "Anda telah melebihi batas kecepatan." Pengemudi itu berkata, "Ah, cuma kali ini. Saya sedang buru-buru. Biasanya saya tidak."
Tanpa meninggalkan pandangannya pada rajutannya, isteri pengemudi berkata, "Jangan bodoh sayang, memang kamu suka mengebut." Polisi itu menulis surat tilangnya, pengemudi itu menoleh pada isterinya dan menggumam, "Maukah kamu menjaga mulutmu, sekali ini saja?!"
Polisi itu mengerutkan dahinya dan berkata, " Saya juga melihat Anda tidak mengenakan sabuk pengaman. Dendanya satu juta." Pengemudi itu berkata, "Ya, uh, saya mengenakannya tadi, tetapi ketika Anda menghentikan saya, saya melepaskannya agar bisa mengambil dompet saya di saku belakang."
Isteri itu berkata, "Ya sayang. Kamu memang tidak mengenakan sabuk pengaman. Kamu tidak pernah mengenakan sabuk pengaman." Polisi itu menuliskan tilang yang kedua. Pengemudi itu menoleh ke isterinya sambil berteriak, "MENGAPA KAMU TIDAK MAU DIAM, TUTUPLAH MULUTMU?!!"
Polisi itu menatap ke isteri pengemudi itu dan bertanya, "Apakah suami Anda selalu berbicara demikian pada Anda?" "Tidak pak, sebenarnya tidak. Hanya kalau ia sedang mabuk."

Ikan Kesayangan
Jim menangkap ikan di suatu danau yang dilindungi. Ketika ia keluar dari kawasan danau sambil membawa ikan-ikan itu ia dihentikan seorang polisi petugas keamanan di situ.
"Anda tidak punya izin menangkap ikan di sini. Anda harus didenda."
Jim menjawab, "Tidak pak, itu ikan kesayangan saya."
"Ikan kesayangan?" Tanya polisi itu.
"Ya," jawab Jim. "Setiap sore saya bawa ikan-ikan itu ke sini dan saya lempar ke danau agar mereka bermain-main dengan teman-temannya sejenak. Setelah itu saya bersiul dan ikan-ikan itu melompat kembali ke keranjang saya."
"Omong kosong besar. Ikan tidak dapat berbuat seperti itu," kata polisi itu.
Jim memandang polisi itu dengan wajah mendongkol, lalu ia berkata, "Jika Anda mau, bisa saya tunjukkan! Itu memang bisa terjadi." "Baik, saya ingin melihatnya!" kata polisi itu dengan penuh rasa ingin tahu.
Maka Jim melempar ikan-ikannya ke danau dan berdiri menunggu. Setelah beberapa menit, polisi itu menengok ke Jim, "Bagaimana?"
"Bagaimana apanya?" tanya Jim.
"Kapan Anda memanggil mereka kembali?"
"Siapa?"
"Ikan-ikan itu."
"Ikan yang mana?"

Hukuman
Seorang anak kecil perempuan, anak seorang pendeta, berlaku nakal sepanjang minggu. Ibunya memutuskan untuk memberikan hukuman pada anak itu. Ia mengatakan bahwa ia tidak boleh ikut piknik sekolah minggunya pada hari Sabtu.
Ketika tiba waktunya, ibu itu merasa telah berlaku terlalu keras pada anaknya dan ia berubah pikiran. Ketika ia mengatakan pada anaknya bahwa ia boleh ikut piknik, anak itu bukannya senang tetapi menjadi muram.
“Ada apa? Ibu kira kamu akan senang pergi piknik.” kata ibunya. “Terlambat!” kata anak itu. “Saya telah berdoa agar turun hujan.”

Harmonika Baru
“Terimakasih atas harmonika yang paman berikan pada saya sebagai hadiah Natal,” kata Joshua kecil pada pamannya ketika mereka berjumpa setelah liburan. “Itu adalah hadiah Natal yang paling bagus yang pernah saya terima.”
“Senang sekali saya mendengarnya,” kata pamannya. “Dapatkah kamu memainkannya?”
“Oh, saya tidak dapat memainkannya,” kata Joshua. “Tetapi ibu memberiku sedolar setiap hari bila saya tidak memainkannya dan ayah memberi saya lima dolar seminggu bila saya tidak memainkannya pada malam hari.”
Reply With Quote
  #8  
Old 06-06-08, 01:01 PM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Perbedaan Cowok Ganteng dan Cowok Jelek Menurut Para Cewek

Perbedaan Cowok Ganteng dan Cowok Jelek Menurut Para Cewek

Kalo cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: nobody's perfect
Kalo cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: pantesan... tampangnya kriminal

Kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: wuiih jantan... kayak di pilem-pilem.
Kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia..


Kalo cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: woow, cool banget...
Kalo cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: ih kuperr...

Kalo cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
Kalo cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: sudah jelas... kagak laku...


Kalo cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: klop... serasi banget...
Kalo cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: pasti main dukun...

Kalo cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...
Kalo cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang: ...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah, liat dulu dong bentuknya).. .


Kalo cowok ganteng ngaku indo, cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...
Kalo cowok jelek ngaku indo, cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...

Kalo cowok ganteng penyayang binatang, cewek-cewek bilang: perasaannya halus... penuh cinta kasih
Kalo cowok jelek penyayang binatang, cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi.. .


Kalo cowok ganteng bawa BMW, cewek-cewek bilang: matching banget... keren luar dalem
Kalo cowok jelek bawa BMW, cewek-cewek bilang: mas, majikannya mana?...

Kalo cowok ganteng males difoto, cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
Kalo cowok jelek males difoto, cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...


Kalo cowok ganteng naek motor gede, cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas ... bikin lemas...
Kalo cowok jelek naek motor gede, cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...

Kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen.
Kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...


Kalo cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
Kalo cowok jelek bersedih hati, cewek-cewek bilang: cengeng amat!!... Laki laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca artikel ini langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata "life is beautiful"
Kalo cowok jelek baca artikel ini, Frustasi, ngambil tali jemuran (mo jemur pakaian kali ya..), trus triak sekeras-kerasnya "HIDUP INI KEJAAAAMMM.. ..!!!"


he...he...he...
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Nasihat untuk para Cowok: TUHAN melihat hati .... Bukan paras tubuh (1 Samuel 16:7)
Nasihat untuk para Cewek: Yang Cantik haruslah "Manusia Batiniah" (1 Petrus 3:3-4)
Reply With Quote
  #9  
Old 06-06-08, 01:07 PM
gunawan_agus@hotmail.com's Avatar
gunawan_agus@hotmail.com gunawan_agus@hotmail.com is offline
Senior Pastor
Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24 Points: 1,799, Level: 24
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 237
Default Gaji Orang Indonesia

Gaji Orang Indonesia

Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir Tifatul Sembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Utama,tokoh pers,di Jakarta, Senin.

Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia, yang sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa.

Lelucon itu menceritakan dua orang yang sedang berdialog. Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia.

Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?

Orang Eropa menjawab, "Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan."

Lalu sisa 500 Euro untuk apa? tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secara ketus, "Oh ... itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!"

Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. Kalau anda bagaimana?

"Gaji saya Rp950 ribu, Rp450 ribu untuk tempat tinggal, Rp350 ribu untuk makan,Rp250 ribu untuk transport, Rp200 ribu untuk sekolah anak, Rp200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, ... Rp100 ribu untuk....".

Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.

"Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?" kata orang Eropa itu keheranan.

Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng," begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya,"

Spontan hadirin tertawa, termasuk Prof James Fox yang tertawa hingga terpingkal-pingkal.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Comment: Orang Indonesia percaya, sisanya dan semuanya disediakan dan dicukupi oleh TUHAN menurut kekayaanNYA dalam KRISTUS YESUS. (Filipi 4:19) yang percaya katakan: AMIN !!!
Reply With Quote
  #10  
Old 08-06-08, 03:13 PM
empowered empowered is offline
Junior Member
Points: 937, Level: 16 Points: 937, Level: 16 Points: 937, Level: 16
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
 

Join Date: Apr 2008
Posts: 18
Default

Dear Ps. Han Han

Your jokes and articles have blessed me so much too...

Thanks a lot...

Gee, Bethany Sydney Church should be thankful for having such a great pastor as you...

See you soon,

EMPOWERED!
Reply With Quote
Reply


Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off
Forum Jump


All times are GMT +11. The time now is 11:16 AM.


Powered by vBulletin® Version 3.7.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2006 - 2008, God’s Dwelling Place Bethany City Church Inc.