Blog Home | About Us | Sermon | Articles | Testimony | Forums | Gallery | Contact Us | Live Streaming | Donate | Partners

MATI ADALAH UNTUNG

December 5th, 2008

Filipi 1:21-26; Mazmur 116:15

 

”Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21).

 

     Pernyataan Paulus ini bukan sembarang pernyataan. Pernyataan ini lahir dari hubungan yang intim dengan Tuhan. Bukan satu hari atau satu bulan tetapi terus menerus. Dan tidak ada seorangpun yang berani memberikan pernyataan seperti ini kecuali mereka yang tidak takut mati. Dan Paulus tidak takut mati, sebab dia sudah memegang rahasianya.

     Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya supaya kita bisa berani berkata seperti Paulus,” Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan?”  Kita harus belajar dari kehidupan rasul Paulus mengapa dia bisa berkata demikian.

1.    ”Hidup adalah Kristus.” Inilah rahasianya Paulus ”.....AKU [manusia lamanya Paulus; egonya, AKUNYA dan masa lalunya] telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya AKU hidup untuk Allah. AKU telah disalibkan dengan Kristus;” Karena AKU-nya telah mati maka hidupnya sekarang ”..... bukan lagi AKU sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah HIDUP OLEH IMAN dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”  Bagaimana dengan Anda apakah AKU itu sudah mati bersama dengan Kristus? Sebelum AKU itu mati semua yang kita lakukan hanya berpusat pada AKU dan untuk kemuliaan AKU. Itu adalah kesombongan. Akhirnya pada waktu AKU meninggalkan tubuh ini maka AKU akan masuk ke tempat di mana Kristus tidak ada, yaitu NERAKA. Tetapi bila Kristus yang hidup maka Kristuslah segalanya dalam hidup ini dan semuanya hanya bagi Dia saja. Haleluya.

2.    ”Mati adalah keuntungan.”  Kematian tidak akan menjadi keuntungan bagi seseorang yang bukan milik Kristus. Mereka melihat dibalik kematian adalah gelap dan mengerikan serta menakutkan. Tetapi akan menjadi keuntungan bagi mereka yang menjadikan Kristus adalah hidupnya. Dan inilah keuntungannya: a). Hidup kekal bersama dengan Kristus; b). Mendapatkan upah atau mahkota karena kesetiaannya dalam pelayanan sewaktu di muka bumi; c). Tidak lagi mengalami penderitaan hidup ini; d). Tidak ada lagi tangis. Dan masih banyak lagi yang lainnya; tidak cukup bila ditulis satu persatu. Paulus tahu akan hal itu.

 

Renungan:

     Bagaimana dengan Anda? Apakah hidup ini adalah Kristus? Kalau belum inilah waktunya. Kalau tidak, kematian akan menjadi kerugian. Rugi untuk selamanya.

 

Lebih baik menderita bersama dengan Kristus di dunia dari pada menderita bersama iblis di neraka.

 

KERJAKAN KESELAMATANMU!

December 4th, 2008

Filipi 2:12, 13; Mazmur 22:24

 

”…… karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya”  (Filipi 2:12-13).

 

     Kelahiran baru adalah peristiwa di mana manusia roh kita dibangkitkan, dihidupkan dan diciptakan kembali oleh Roh Kudus saat kita percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Ini adalah satu peristiwa yang luar biasa. Namun banyak orang percaya berhenti sampai di sini saja. Mereka berpikir tidak ada lagi yang harus dikerjakan sehingga tidak heran mereka masih berpikir dan melakukan hal-hal yang sama saat mereka belum dilahirkan kembali. Mengapa? Karena jiwanya belum diperbaharuhi dengan Firman Tuhan.

     Hanya roh kita yang dilahirkan kembali, jiwa kita tidak dilahirkan kembali tetapi harus mengalami satu proses pembaharuan yang dilakukan secara terus menerus sampai Tuhan Yesus datang kembali. Inilah yang disebut dengan pembaharuan pikiran atau budi. Apa tujuannya? Supaya pikiran kita selaras dengan pikiran Kristus atau Firman Allah. Sebab bila keselarasan ini tidak ada maka akan selalu ada kontradiksi di dalam diri kita, yang satu ingin menuruti kehendak Allah tetapi yang satu ingin menuruti dunia ini.

     Caranya? Buang segala pikiran [pikiran cabul, cemar, najis dan duniawi] yang bertentangan dengan Firman Allah di dalam pikiran Anda, sebagai gantinya renungkanlah Firman Allah dan katakanlah Firman Tuhan siang dan malam. Sebab dengan merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan siang dan malam berarti Anda telah memprogram kembali pikiran Anda [yang duniawi itu] dengan pikiran Kristus sehingga yang keluar dari mulut dan perbuatan Anda adalah Kebenaran Firman Allah.

     Bila itu yang Anda lakukan setiap hari maka sebenarnya Anda sudah mengerjakan keselamatan yang telah Anda diterima dengan takut dan gentar seperti yang Paulus katakan pada ayat di atas, yaitu keselamatan yang bukan hanya keselamatan bagi roh Anda saja tetapi juga keselamatan jiwa Anda. Sedangkan keselamatan tubuh Anda akan terjadi pada saat Tuhan Yesus datang kembali.

 

Renungan:

     Apakah jiwa Anda telah selamat dari pikiran takut, kuatir, bimbang, cabul, cemar, najis dan kotor lainnya? Kalau belum kerjakanlah keselamatan Anda sekarang ini juga! Jangan ditunda-tunda lagi! Sebab Tuhan akan datang kembali.

 

Menerima keselamatan tanpa pengorbanan; mengerjakan keselamatan perlu ketekunan.

 

BERLIMPAH KASIH DAN PERHATIAN

December 3rd, 2008

Filipi 2:1-4; Ayub 15:11

 

”Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan....” (Filipi 2:1).

 

     Mengutamakan kepentingan sendiri, ingin dipuji orang lain dan berbagai macam sikap egois yang lain adalah sesuatu mudah kita temukan di tengah kehidupan dunia ini. Perhatikan hal yang sederhana saja. Kalau kita putar pesawat televisi, lalu kita temukan berbagai macam iklan untuk mempromosikan berbagai macam produk, maka kita akan menemukan suatu 'iming-iming' - jika kita memakai berbagai macam produk kosmetik, pasta gigi atau kendaraan bermotor tertentu maka kita akan dipuji atau dikagumi orang lain.

     Kelihatannya dikagumi, dipuji atau menarik perhatian orang lain ini merupakan hal yang sangat penting bagi banyak orang yang hidup di muka bumi ini. Demikian pentingnya, sehingga mereka terlalu sibuk mengurusi kepentingannya sendiri dan mengambil sikap mengutamakan kepentingan sendiri di atas segala-galanya. Mereka lupa bahwa orang juga memerlukan hal yang sama. Orang lain juga memerlukan pujian, penghiburan dan berbagai macam  perhatian. Bagaimana seharusnya sikap orang percaya di tengah dunia yang egosentris ini?

     Orang percaya juga manusia biasa yang memiliki kebutuhan dasar sama. Kita pun perlu kasih, nasihat, penghiburan dan berbagai perhatian yang lain. Namun demikian sebagai orang percaya kita tidak layak bersikap seperti orang-orang yang belum bertobat. Mengapa demikian? Karena sesungguhnya di dalam Kristus kita sudah mendapatkan segalanya. Pada saat kita berjumpa dengan Kristus, maka kita akan menemukan nasihat, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan yang berlimpah. Segala kebutuhan kita akan terpenuhi dengan melimpah. Sebagai akibatnya, jika kita keluar dan bertemu dengan orang lain, kita tidak lagi membutuhkan hormat, pujian dan perhatian dari mereka. Sebaliknya, kasih, nasihat penghiburan dan perhatian melimpah yang kita terima dari Allah akan membuat kita cukup sehingga kita bisa menghargai, menghormati dan memberi belas kasihan kepada orang lain.

 

Renungkan:

     Marilah dengan jujur kita periksa kondisi kita di hadapan Allah. Apakah di dalam melakukan segala aktivitas kita, termasuk pelayanan kita masih berorientasi untuk mendapatkan perhatian dari orang lain? Ingin dihargai, dihormati dan dipuji orang lain?

 

Di dalam Kristus Anda mendapatkan segalanya.

 

STANDAR DUNIA ATAU STANDAR INJIL KRISTUS?

December 2nd, 2008

Filipi 1:27-30; Zakharia 8:13

 

”Hanya, hendaklah hidupmu [terj. KJV.; percakapan atau pembicaraanmu] berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” (Filipi 1:27).

 

     Seperti apa hidup kita sebenarnya bergantung pada apa yang ada di dalam diri kita. ”For as he thinketh in his heart, so is he.... [Sebagaimana yang dipikirkan di dalam hatinya, demikianlah dia…..]” (Ams. 23:7). Sebab apa yang ada di dalam diri kita itulah yang akan keluar melalui ucapan dan tindakan kita.

     Dan diperlukan standar untuk menentukan mutu kehidupan ini. Silakan Anda pilih, hidup menurut standar dunia atau hidup menurut standar Injil Kristus. Standar dunia akan membuat hidup Anda seperti dunia ini. Cara bicara Anda akan sama dengan dunia ini. Gaya hidup Anda akan sama dengan dunia ini. Bahkan hidup Anda akan dikendalikan oleh sistem dunia ini. Contoh: bila dunia resesi Anda pun ikut resesi. Bila dunia krisis Anda pun juga krisis. Bila sekeliling Anda iri hati, takut, khawatir dan lain sebagainya Anda pun akan melakukan hal yang sama. Mungkin Anda bertanya, ”Kita masih hidup di dunia ini, kan wajar?” Itulah risiko bila hidup menurut standar dunia ini.

     Tetapi bila Anda hidup menurut standar Injil Kristus, hidup Anda tidak akan sama dengan dunia ini. Hidup Anda akan sama seperti Kristus. Arti kata ”Kristus” adalah ”yang diurapi.” Sedangkan ”Injil” sendiri adalah ”Kabar Baik.” Jadi hidup menurut Injil Kristus adalah hidup yang diurapi kuasa Allah, hidup di dalam kasih Allah [sama seperti Kristus hidup] dan hidup yang selalu memberitakan kabar baik kepada dunia ini bahwa Yesus itu Tuhan. Yesus itu Baik. Yesus itu Juru Selamat. Yesus itu Allah.

     Di samping itu beritakanlah segala apa yang telah diperbuat Allah di dalam hidup Anda : pertolongan-Nya, anugerah-Nya, berkat-Nya, perlindungan-Nya, dan semua kebaikan-Nya. Dunia resesi Anda tetap menjadi berkat. Dunia ketakutan Anda tetap hidup dalam perlindungan-Nya. Bahkan bila Anda hidup menurut Injil Kristus Anda akan dipakai Allah menjadi saluran kuasa-Nya sehingga yang sakit disembuhkan, yang susah dihiburkan bahkan yang tidak berpengharapan akan mendapatkan pengharapan. Haleluya!

 

Renungan:

     Tetap pertahankan cara hidup Anda menurut Injil Kristus bila Anda masih ingin menjadi serupa dengan Kristus.

 

Apa yang Anda hidupi itulah standar hidup Anda.

 

TELADAN YANG SEMPURNA

December 1st, 2008

Filipi 2:5-11; Yesaya 53:2-5

 

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Filipi 2:8).

 

     Dikisahkan bagaimana suku Indian Barat coba dijangkau oleh orang-orang Moravia. Mereka telah diberitahu bahwa suatu hal yang amat sulit untuk menjangkau suku Indian, sebab secara sosial mereka terisolasi. Tanpa patah semangat dua orang misionaris menyediakan dirinya untuk melayani mereka. Kata mereka, “Kami akan ke sana dan menjadi budak. Kalau perlu kami juga dicambuki seperti mereka supaya kami dekat dengan mereka.”

     Akhirnya kedua misionaris ini pergi ke suku Indian itu dan menjadi sama seperti mereka: menjadi budak, dicambuki, dan mendapat perlakuan yang sama dengan apa yang mereka alami, dengan satu alasan: supaya mereka bisa dekat dengan suku Indian.

     Apa yang mereka lakukan diketahui oleh suku Indian. Hati mereka tersentuh melihat apa yang dilakukan oleh dua misionaris itu, sebab mereka mau merendahkan diri dan menjadi sama dengan mereka.

     Itu pula yang dilakukan oleh Yesus. Alkitab mengatakan bahwa Yesus rela mengosongkan diri-Nya dan menjadi sama dengan manusia. Yesus bukan dari dunia ini. Ia tidak sama dengan manusia yang penuh dengan dosa. Ia bukanlah manusia yang berdaki, namun Ia rela dilahirkan di kandang dan menjadi sama dengan manusia, meskipun Ia sendiri tidak mewarisi dosa. Ia adalah manusia yang menjadi hamba, namun tidak berdosa.

     Yesus adalah teladan kita. Ia tidak perlu mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri. Ia tidak perlu mencari popularitas dengan cara memprovokasi massa supaya mereka mengangkat diri-Nya menjadi raja. Apa yang Yesus lakukan itu dilandaskan pada satu misi: menyelamatkan manusia.

     Gambaran ini tepat seperti yang dikatakan oleh Nabi Yesaya, “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya” (Yes. 53:2). Secara fisik, tidak ada hal yang menarik pada diri Yesus. Dia hanyalah anak tukang kayu miskin dan berasal dari kota kecil, Nazaret. Justru itulah misi Yesus: menjadi hamba, mati di kayu salib, dibangkitkan, dan naik ke surga supaya manusia diselamatkan dan dapat meneladani kehidupan-Nya.

 

Renungan:

     Yesus adalah teladan kita yang sempurna. Anda tidak perlu mencari figur seorang manusia untuk diteladani, sebab suatu saat Anda akan dikecewakan. Belajarlah dari Yesus.

    

Hanya Yesus teladan yang sempurna.

 

MEMPERTAHANKAN SUKACITA

November 30th, 2008

Filipi 1:18-20; Mazmur 32:11

 

"Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita" (Filipi 1:18).

 

     Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan sukacita. Salah satunya adalah ketika seorang pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh di dalam pelayanan menyaksikan orang lain yang memiliki motivasi salah di dalam memberitakan Injil. Kadang-kadang pelayan Tuhan yang sungguh-sungguh  bisa menjadi jengkel, marah dan bahkan frustasi ketika melihat orang-orang yang memberitakan Injil dengan tidak tulus hati. Tidak tulus hati di sini misalnya karena ingin dihormati orang lain, ingin mendapatkan upah berupa materi, atau semata-mata karena pelarian. Kehilangan sukacita dan menjadi frustasi yang semacam ini kelihatannya rohani dan berkenan kepada Tuhan, ternyata tidak.

     Jika kita kaji kebenaran dari renungan kita hari ini, ternyata sikap pelayan Tuhan tersebut adalah salah. Yang berhak menghakimi motivasi seseorang di dalam memberitakan Injil adalah Tuhan dan bukan kita. Rasul Paulus menunjukkan suatu sikap yang indah. Sekalipun di dalam perjalanan pelayanan rasul Paulus melihat bahwa ada orang-orang yang memberitakan Injil dengan maksud palsu atau motivasi yang salah, ternyata rasul Paulus tidak menjadi stres atau frustasi karenanya. Rasul Paulus sangat sadar bahwa sekalipun mungkin manusia tidak bisa menyingkap borok-borok kepalsuan mereka, tetapi Tuhan pasti mengetahui ketidakbenaran tersebut. Sukacita tinggal tetap karena  rasul Paulus memandang hanya kepada Tuhan yang dilayaninya, yang menjamin kredibilitasnya dan bahkan memberi upah sesuai dengan kemurahan-Nya.

     Perhatikan, kehilangan sukacita dengan alasan yang kelihatan rohani seperti dalam contoh di atas ternyata tidak dibenarkan, apalagi yang alasannya tidak rohani. Misalnya kehilangan sukacita karena iri hati, sakit hati, kepahitan dan lain-lain.

 

Renungan:

     Mungkin Anda hari ini melihat seorang pelayan Tuhan yang berpenampilan rohani namun menurut Anda tidak rohani sedang memberitakan Firman Tuhan. Doakan dan biarkan Firman Tuhan yang diberitakannya menjamah mereka yang mendengarkannya.

 

Pemberitanya bisa berbeda tetapi firman Tuhan tetap sama.

 

KETOPONG KESELAMATAN

November 29th, 2008

Efesus 6:17; Mazmur 118:14

 

“Dan terimalah ketopong keselamatan …..” (Efesus 6:17).

 

     Sebelum polisi menerapkan wajib helm, banyak orang yang mengendarai sepeda motor membiarkan kepalanya berbenturan dengan aspal. Meskipun peraturan itu diberlakukan, namun toh masih banyak orang yang mengendarai sepeda motor tanpa pengaman kepala. Luka yang paling banyak menyebabkan kematian adalah luka di kepala.

     Bagi prajurit Romawi helm adalah perlindungan yang amat penting. Kalau ada batu yang dilemparkan musuh dan tepat mengenai kepala ia akan terhindar dari kematian. Dan dalam arti rohani ketopong (atau helm) adalah keselamatan. 

     Ketopong itu melindungi kepala Anda, dan di sini terdapat pikiran Anda. Keselamatan yang dimaksud di sini juga berkaitan dengan pikiran yang dibaharui. Sebab keselamatan yang kita miliki sekarang juga merupakan proses menuju kesempurnaan, seperti pikiran yang harus dibaharui dari hari ke hari. Seperti firman Tuhan  katakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu [pikiran], sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rm. 12:2).

     Saudara, pikiran merupakan tempat pijakan yang amat disukai iblis. Karena itu berapa kali Anda harus bertempur melawan segala godaan yang ada dalam pikiran Anda. Berapa kali Anda harus berjuang mengalihkan pikiran Anda dari perkara-perkara najis. Dan berapa kali pula Anda “menyerah”, dan harus menyerahkan pikiran Anda dikuasai oleh perkara-perkara yang tidak berkenan kepada Tuhan.

     Pikiran yang dibaharui juga menyangkut pengertian kita akan kedudukan kita di dalam Kristus. Setiap orang benar mempunyai otoritas yang tidak diketahui oleh semua orang percaya. Akhirnya banyak orang percaya yang terbelenggu oleh pikiran yang lama, dan ini berarti hidup dalam kekalahan.

     Saudara, menjadi orang Kristen yang mengerti hak-hak kita di dalam Kristus akan membuat hidup ini bergairah. Anda tidak akan dibelenggu oleh pesimisme dan kekalahan. Sebab Anda mengerti hak-hak Anda dan Anda akan bangkit menjadi pemenang di dalam Kristus.

 

Renungan:

     Hidup sebagai orang Kristen itu dapat dinikmati. Kalau Anda stres menghadapi tekanan hidup, cobalah mengerti masalahnya lalu carilah janji-janji Allah di dalam Alkitab dan percayalah!

 

Kepala yang tidak dilindungi adalah sasaran empuk serangan musuh.

 

Pengampunan Untuk Yang Gagal

November 28th, 2008

Ringkasan Kotbah Ev. Geof Glover

Tanggal 23 November 2008

 

Ayat bacaan Yohanes 21: 1-19

 

Cerita dalam ayat bacaan di atas terjadi beberapa hari setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian. Ketika Yesus mati di kayu salib, murid-muridNya kebingungan dan putus asa karena mereka tidak tahu harus  berbuat apa karena tiga setengah tahun terakhir mereka selalu bersama Yesus. Yesus selalu memimpin dan member petunjuk pada mereka. Maka setelah Yesus mati di kayu salib, para murid kembali pada pekerjaan yang mereka tahu yaitu menjadi nelayan. Tetapi menjadi nelayan pun mereka sudah tidak mampu karena mereka tidak mendapat hasil tangkapan.

 

Tuhan Yesus tidak marah atau menegur murid-murid yang tidak melakukan perintahNya, tetapi Ia malah menyiapkan makan pagi bagi mereka. Selain itu Yesus juga tidak mengingatkan para murid apa yang telah mereka perbuat. Yesus ingin menunjukkan bahwa apapun yang murid-murid lakukan, Ia tetap mengasihi mereka. Hal yang sama juga Yesus tunjukkan kepada kita. Yesus menunjukkan bahwa kita tidak bisa membeli atau mendapatkan kasih Tuhan karena Ia sudah memberikannya kepada kita (Efesus 2: 8-9). Selain itu kita juga tidak bisa memutuskan atau menghentikan kasih Yesus atas kita (Roma 8:35-39).

 

Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu bagi kita, walaupun kita berpikir dan merasa dosa yang telah kita lakukan dimasa lalu akan menjadi penghalang. Tuhan sanggup memulihkan kita dan menerima kita. Ia mencintai kita.

 

Marilah kita berhenti berusaha untuk mendapatkan kasih Tuhan karena kita akan selalu gagal. Kita bisa datang setiap saat untuk meminta pertolongan Tuhan karena Ia peduli atas kebutuhan kita. Amin. 

 

Tuhan memberkati.