Blog Home | About Us | Sermon | Articles | Testimony | Forums | Gallery | Contact Us | Live Streaming | Donate | Partners

Jesus my excellent leader – Makna Natal

December 27th, 2008

Ringkasan Kotbah Pdt. Agus Gunawan

Tanggal 21 December 2008

 

Ayat bacaan Matius 2:6 dan Matius 23:10

 

1.    Yesus adalah pemimpin kita yang luar biasa

Dia menjadi pemimpin kita karena Ia adalah Tuhan sendiri. Dan kehadiranNya sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum kelahiranNya. Kristus adalah pusat dari perayaan natal kita. Christmas itu adalah Tuhan dating ke duani untuk menjadi pemimpin. Ini adalah bukti Tuhan menepati janjiNya untuk dating ke dunia. Tuhan pencipta langit dan bumi dating ke dunia bagi kita anak-anakNya. Tuhan pencipta langit dan bumi turun ke dunia menjadi manusia. Tuhan yang adalah Raja penguasa alam semesta mau menjadi manusia untuk menebus dosa kita.

 

2.    Pemimpin kita datang untuk menyelamatkan kita (Matius 1:21)

Tuhan dilahirkan ke dunia untuk menyelamatkan kita. Sebagai orang Kristen kita hanya perlu buka hati dan menerima berkat keselamatan dari Tuhan. Selama kita mencoba untuk menyelamatkan diri sendiri kita tidak akan bisa menerima berkat keselamatan dari Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu menyelamatkan kita dan kita hanya perlu berserah untuk mau dan menerima berkat keselamatan itu.

 

Biarlah dalam perayaan natal ini, kita menerima ketidak berdayaan kita dan berserah total untuk menerima berkat keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Tuhan memberkati.

 

IA PASTI MENCUKUPI

December 20th, 2008

Filipi 4:14-23; Hosea 8:7

 

“Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19).

 

     Letupan kalimat Paulus di atas yang akhirnya menjadi dasar bagi orang percaya untuk menaruh kepercayaannya bahwa Allah sanggup memenuhi segala keperluan mereka, dilandaskan pada pemberian jemaat Filipi kepada Paulus. Jadi Anda lihat di sini ada hukum tabur tuai.

     Apakah Tuhan akan memberkati kita kalau kita memberikan uang untuk misi atau pelayanan? Pertimbangkan fakta-fakta berikut ini:

·            Abraham menyerahkan Ishak, dan Allah menyediakan gantinya (Kej. 22:1-14).

·            Hana memberikan anak satu-satunya, dan Allah menyediakan gantinya (1 Sam. 1:11; 1:20-28; 2:21).

·            Janda di Sarfat memberikan makanan terakhirnya, dan Allah menyediakan gantinya (1 Raj. 17:1-16).

·            Petrus memberikan perahunya, dan Allah memberkatinya (Luk. 5:1-9).

·            Anak kecil memberikan bekal makan siangnya, dan Allah melipatgandakannya (Yoh. 6:1-33).

·            Dan jemaat Filipi memberi pada Paulus, dan Allah mencukupi segala kebutuhannya (Fil. 4:10-19).

     Pertama-tama dimulai memberi dahulu, baru setelah itu akan terjadi hujan berkat. Dan inilah hukum yang seharusnya kita pahami. Anda tidak bisa meminta berkat kepada Allah apabila Anda tidak menabur dahulu. Bukannya Allah tidak mampu, namun Allah tidak akan bekerja di luar kerangka hukum yang telah ditetapkannya. Salomo berkata, “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana ……” (Ams. 22:8). Hosea juga berkata, “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai putting beliung …..” (Hos. 8:7).

     Kalau selama ini Anda selalu kekurangan, belajarlah untuk memberi. Dan Tuhan berjanji bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan Anda. Saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk mempunyai motivasi yang salah tentang hal ini. Kalau Anda memberi, berikanlah dengan motivasi karena kasih, bukan karena semata-mata Anda ingin mendapatkan berkat Allah.

 

Renungan:

     Allah kita kaya, dan Anda yang sering menganggap-Nya miskin dan tidak mampu mencukupi kebutuhan Anda. Katakan dengan iman bahwa Allah sanggup melimpahkan segala kekayaan-Nya kepada Anda.

 

Allah adalah Bapa yang bertanggung jawab mencukupi kebutuhan anak-anak-Nya.

Menderita Dalam Tuhan

December 19th, 2008

Ringkasan Kotbah Pdt. Hartono Yarwan

Tanggal 14 December 2008

 

Ayat bacaan Matius 16: 13-30

 

Banyak dari kita mungkin berpikir bahwa jika kita mengikut Tuhan, maka kita tidak akan mengalami kesulitan atau kemiskinan. Tetapi Yesus menyatakan bahwa Ia harus menderita dan mati di kayu salib. Perkataan ini menghancurkan impian murid-muridNya yang mengira bahwa mereka akan terangkat status atau nasibnya karenan Yesus akan menjadi Raja.

 

Jika kita beribadah ke gereja hanya untuk mendapat berkat, maka ini sama dengan menyembah berhala. Tujuan utama kita seharusnya adalah karena kita mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati kita.

 

Tuhan mau mengajar kita bahwa untuk mengikut Tuhan ada harga yang harus kita bayar. Kita harus menjalani kehidupan ini dengan aturan Tuhan dan bukan aturan kita sendiri. Ada dua hal mengapa kita harus menderita di dalam Tuhan:

 

1.    Agar kita meninggalkan dosa

Ketika kita disakiti, kita harus menahannya dan bahkan memberkati orang yang menyakiti kita. Mari kita belajar menyangkal diri dan memikul salib. Seringkali jalan kita bukanlah jalan Tuhan. Agar kita tahu isi hati Tuhan kita perlu meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca firman. Ketika kita ikut Tuhan, pada awalnya mungkin kelihatan susah tetapi Tuhan akan mencurahkan berkatNya bagi kita.

 

2.    Agar rencana Tuhan digenapi dalam hidup kita

Kalau kita mau berhasil, maka ada harga yang harus kita bayar dan harga itu adalah supaya rencana Tuhan digenapi dalam hidup kita. Kalau Tuhan mau memberkati kita, maka tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Mari kita lakukan bagian kita di dalam kerajaan Tuhan dan Tuhan akan melakukan bagianNya.

 

Yang bisa berkuasa di dalam hidup kita adalah Tuhan karena kita tidak bisa mengatur apa yang terjadi dalam hidup kita. Miliki disiplin dalam beribadah, mendengar firman Tuhan dan miliki Tuhan dalam hidup kita. Mari kita lebih bersungguh-sungguh lagi dalam melayani Tuhan dan Tuhan akan menyelesaikan semua perkara dalam hidup kita.

 

Tuhan memberkati.

 

PENGHALANG KEPUASAN 2

December 19th, 2008

Filipi 4:13; Mazmur 17:15

 

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13).

 

     Kita akan lanjutkan dengan 2 poin berikutnya:

     Ketiga, tidak melihat berkat yang tidak kelihatan.

     Banyak orang mengira bahwa kepuasan hanya diukur dengan materi. Melihat tetangga mempunyai rumah mewah dan mobil baru, lalu kita menganggap bahwa hidupnya lebih bahagia (baca: puas) dari hidup kita yang biasa saja. Mungkin Anda tidak tahu bahwa tetangga Anda yang selalu berpenampilan mewah itu harus menjalani cuci darah setiap minggu. Sebenarnya ia sendiri berpikir bahwa Andalah yang lebih puas hidupnya sebab Anda dan keluarga sehat-sehat saja.

     Berkat yang Tuhan berikan kepada kita bukan menyangkut materi saja, tetapi juga berkat sukacita, damai sejahtera, kesehatan, dan berkat-berkat non-materi lainnya. Celakanya kita sering tidak menganggap bahwa ini adalah berkat Tuhan. Sebab masyarakat kita juga terlanjur memberikan standar bahwa berkat itu berarti materi.

     Keempat, ambisi yang tak terkendali.

     Sebuah berita di majalah Time memberitakan seorang perampok yang menodongkan senjatanya pada seorang wanita. Melihat isi dompetnya cuma $12.5 (Rp125.000 – bila $1 = Rp10.000), perampok itu menjadi marah. Kemudian ia melihat ada buku cek di situ lalu ia memaksa wanita itu untuk menulis cek $300 (3 juta rupiah). Keesokan harinya polisi menangkap si perampok yang hendak menukarkan ceknya itu. Dia adalah korban dari ambisinya yang tak terkendali (baca: kerakusannya).

     Perampok itu bodoh, bukan? Dan sesungguhnya tanpa sadar kita juga melakukan hal yang sama. Anda seringkali dibelenggu oleh ambisi-ambisi yang menjadikan Anda budaknya. Itulah yang menyebabkan Anda selalu hidup tidak puas. Anda menjadi mudah stres dan depresi. Anda menggantikan prioritas-prioritas dalam hidup Anda, bahkan kalau perlu keluarga dikorbankan supaya Anda dapat mencapai ambisi-ambisi itu.

     Saudara, kita harus belajar dari Paulus yang tahu apa itu kelimpahan dan kekurangan, tetapi ia dapat menanggungnya di dalam DIA yang memberikan kekuatan kepadanya. Anda juga dapat menanggung semuanya itu di dalam Yesus! Dan belajarlah untuk hidup dengan kepuasan bersama Yesus.

 

Renungan:

     Kalau hidup Anda tidak pernah puas, berarti Anda tidak pernah berbahagia. Orang yang menemukan Yesus sebenarnya mendapatkan segalanya. Sayangnya, orang Kristen masih saja belum puas dengan Tuhannya.

    

Kristen artinya puas bersama Yesus.

 

PENGHALANG KEPUASAN 1

December 18th, 2008

Filipi 4:12; Mazmur 103:5

 

“Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal

kekurangan” (Filipi 4:12).

 

     Renungan hari ini masih seputar kepuasan kita di dalam Kristus. Beberapa poin berikut ini adalah penghalang-penghalang kepuasan kita di dalam Kristus:

     Pertama, pengharapan yang tidak realistik.

     Anda sebagai warga negara Indonesia yang suka sepak bola, Anda akan tersenyum saja bila misalnya kesebelasan Indonesia dipecundangi kesebelasan Italia dengan 2-0. Tetapi kalau itu menimpa kesebelasan Brazil, para mania sepak bola Brazil akan mengecamnya habis-habisan. Tingkat pengharapannya berbeda.

     Anda yang mungkin dahulu pernah jaya dan mempunyai rumah mewah, kemudian Anda terimbas krisis moneter lalu kini Anda menempati rumah sederhana, jelas Anda akan merasa gerah dan Anda tidak puas. Sebab tingkat pengharapan Anda berbeda. Dan ini akan menjadi masalah jika Anda tidak dapat “menurunkan” tingkat pengharapan Anda.

     Kedua, perbandingan yang tidak adil. Kalau Anda melihat diri Anda sendiri dan membandingkan dengan orang lain yang lebih tampan atau cantik, Anda akan merasa diri sendiri jelek. Atau Anda yang hanya mempunyai mobil tahun 90-an, bila dibandingkan dengan tetangga Anda yang mempunyai mobil Mercedez model baru, maka tampaklah seolah-olah Anda sangat miskin.

     Menurut tradisi, Paulus itu pendek dan botak, sedangkan Petrus tinggi dan gagah. Tetapi Paulus sama sekali tidak pernah rendah diri dengan perawakannya itu. Ia tetap semangat menyampaikan Injil Allah.

     Kalau Anda mencoba membanding-bandingkan diri Anda dengan mereka yang lebih tinggi, Anda melakukan perbandingan yang tidak adil. Akibatnya, Anda akan merasa tidak puas. Kuncinya, buatlah perbandingan yang seimbang, yaitu dengan orang-orang yang berada di “bawah” Anda. Bukankah Anda akan melimpah dengan ucapan syukur bila Anda membandingkan dengan sekeluarga pemulung yang tinggal di gubuk reot di bawah jembatan?

 

Renungan:

     Kalau Anda merasa selalu tidak puas, cobalah dicari akar permasalahannya. Apakah poin-poin di atas menjadi penyebabnya? Mintalah Roh Kudus mencelikkan mata Anda untuk memahami hal ini.

 

Kepuasan sejati hanya ditemukan di dalam Yesus.

 

ORANG YANG PUAS

December 17th, 2008

Filipi 4:10, 11; Pengkhotbah 5:9

 

“Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” (Filipi 4:11).

 

     Apakah Anda orang yang puas? Jawablah dengan jujur: apakah Anda puas dengan diri Anda? Dengan pasangan Anda? Anda puas dengan pekerjaan Anda? Apakah Anda masih mencari-cari pekerjaan lain? Apakah Anda juga puas dengan orang-orang di tempat Anda bekerja?

     Bagaimana dengan pernikahan Anda? Anda bahagia? Apakah Anda menghabiskan masa-masa indah bersama pasangan Anda? Atau Anda berpikir, “Ah, seandainya aku hidup membujang …..”

     Bagaimana dengan penampilan Anda? Apabila Anda sedang berkaca, puaskah Anda dengan hidung, mata, pipi, dan rambut Anda? Atau Anda mengeluh, “Oh, kenapa hidungku mancung ke dalam dan mataku seperti petinju yang baru di-KO lawannya?”

     Saya tahu bahwa tidak mudah untuk puas dalam segala keadaan. Hidup yang mudah puas akan bertentangan dengan prinsip kesuksesan, sebab ada falsafah yang mengatakan bahwa bila kita puas, berhentilah ambisi dan kreativitas seseorang. Prinsip Alkitab ini tidaklah sama dengan prinsip ini. Sebab apa yang dimaksud oleh Paulus mengenai puas dalam segala keadaan adalah pengendalian diri untuk mencapai kebahagiaan dan kepuasan bersama Kristus.

     Saya pernah berpikir demikian, seorang petani yang tinggal di desa bersama keluarganya dengan hidup berkecukupan dan tidak memiliki keinginan kecuali hidup bersama keluarganya dengan tenteram, apakah bisa dikatakan lebih puas dari seorang kaya yang siang malam mengejar rupiah sampai menelantarkan anak istrinya? Saya tahu Anda pasti lebih suka memilih menjadi orang kaya tetapi yang mengerti prinsip kepuasan di dalam Kristus.

     Jadi yang terpenting di sini adalah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Mengejar perkara-perkara di luar jangkauan kemampuan Anda dapat menjerumuskan Anda ke dalam hutang yang besar. Menyertakan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita adalah tindakan yang benar sebagai orang percaya. Ingat bahwa Anda dipanggil bukan untuk menjadi orang yang kaya raya, tetapi orang yang puas bersama Kristus.

 

Renungan:

     Setiap manusia ada kekurangan. Anda tidak bisa mengharapkan diri Anda dan kehidupan Anda menjadi sempurna. Terimalah keadaan Anda sebagaimana Allah menerima keadaan Anda. Kalau Anda puas bersama Kristus, Anda adalah orang yang kaya raya.

 

Orang yang miskin adalah orang yang tidak pernah puas dengan dirinya.

 

APA ISI HARDDISK ANDA?

December 16th, 2008

Filipi 4:8, 9; Mazmur 143:5

 

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8).

 

     Anda yang biasa berkecimpung dengan komputer pasti tahu apa yang namanya harddisk, tempat menampung data-data Anda. Semakin lama kemampuan harddisk semakin besar. Kalau dulu punya harddisk sebesar 40 mega byte saja sudah kita anggap besar, tetapi dibandingkan sekarang angka itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan harddisk sekarang yang berkapasitas puluhan bahkan ratusan giga byte!

     Tidak semua orang membutuhkan harddisk sebesar itu. Mungkin hanya mereka yang bergelut dalam multi media saja yang membutuhkan harddisk-harddisk besar.

     Isi harddisk sebenarnya mencerminkan diri Anda. Lho, kok bisa? Apa yang Anda kopikan ke dalam harddisk atau data-data apa saja yang download dari internet akan menjawab siapakah diri Anda sebenarnya. Kalau Anda sedang menelusuri situs-situs rohani dan Anda menemukan artikel bagus, Anda bisa save ke dalam harddisk Anda. Tetapi Anda juga bisa mendownload gambar-gambar porno ke dalam harddisk Anda! Pada prinsipnya harddisk tidak dapat menolak data-data yang baik maupun yang jahat.

     Saya mengaitkan ini dengan otak Anda. Otak Anda merupakan harddisk yang memiliki kapasitas penyimpanan yang luar biasa besarnya. Anda bisa mengisinya dengan berbagai data-data tanpa takut kehabisan tempat. Masalahnya, otak Anda dapat Anda isi dengan data-data yang buruk. Apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan, dapat tersimpan ke dalam otak Anda. Kalau Anda suka mendengarkan gosip dan berita-berita yang tidak ada landasan kebenarannya, berarti Anda menyimpan data yang buruk. Setiap perkara-perkara dursila yang Anda dengar dan lihat akan menumpuk data-data sampah di dalam harddisk otak Anda.

     Karena itulah firman Tuhan menganjurkan supaya kita mengisi otak ini dengan perkara-perkara yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan, dan patut dipuji, itulah yang seharusnya kita simpan ke dalam otak kita. Dan kita tahu bahwa sumber semua data-data yang baik adalah firman Tuhan.

     Saya tidak bermaksud menyalahkan perkembangan  teknologi komunikasi yang ada di sekitar kita. Hanya saja perkembangan itu membawa pengaruh buruk bersamanya, kalau kita tidak memberikan filter dengan bijak.

 

Renungan:

     Apabila Anda mempunyai kenangan buruk yang menekan jiwa Anda, sehingga Anda kehilangan damai sejahtera, lakukan berikut ini: masuklah ke dalam folder itu dan temukan file-nya, lalu pencet tombol “del” sambil menekan tombol “shift” supaya file itu tidak tersimpan di dalam “Recycle Bin” yang sewaktu-waktu bisa diambil lagi. Maksud saya, mintalah Roh Kudus menghapus setiap kenangan buruk dalam otak Anda.

 

Isi harddisk berbicara mengenai diri Anda yang sebenarnya.

 

LUKISAN DAMAI SEJAHTERA

December 15th, 2008

Filipi 4:2-7; Yesaya 26:3

 

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:70).

 

     Dua pelukis diminta untuk melukiskan kedamaian. Pelukis pertama melukis pemandangan yang indah dengan latar belakang danau, permukaan airnya teduh dan tenang. Pohon-pohon mengitarinya, padang rumput terbentang luas dengan hewan-hewan ternak sedang merumput, pondok kecil terlihat tenang, dan dihiasi dengan matahari yang sedang terbit. Semuanya sempurna untuk gambaran mengenai kedamaian.

     Sebaliknya pelukis kedua melukiskan pemandangan yang “liar” - pemandangan badai! Awan gelap pekat bergantung di langit, dan di tengah-tengah lukisan itu ada air terjun yang memuntahkan airnya yang besar dengan percikannya. Suasananya begitu mencekam dan menakutkan. Tetapi yang menarik perhatian dari lukisan ini adalah sebuah sarang burung yang terdapat di cekukan cadas di tepi bebatuan di sebelah air terjun. Sekeluarga burung ini terlindung oleh deru air dan pekatnya langit. Di tengah hingar-bingar alam yang menggelora, induk dengan anak-anaknya bernyanyi-nyanyi. Inilah lukisan yang tepat untuk menggambarkan damai sejahtera!

     Saudara, damai sejahtera seperti lukisan yang kedua itulah yang dijanjikan Tuhan kepada kita. Dunia yang bergelora dan kejahatan yang merajalela merupakan fakta yang amat menakutkan siapa saja. Tetapi Tuhan Yesus sanggup melimpahkan damai sejahteranya kepada kita, seperti perlindungan yang diberikan kepada burung tersebut.  

     Alkitab berkata, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya” (Yes. 26:3). Mereka yang mendapatkan damai sejahtera Allah adalah mereka yang percaya dan yang hatinya teguh. Menurut bahasa aslinya, “damai sejahtera” di atas ditulis dengan “damai, damai” (shalom, shalom). Inilah yang saya namakan dengan “double peace” (damai ganda)!

     Tidakkah Anda melihat janji Allah yang indah ini, Saudaraku? Orang yang bimbang tidak akan mendapatkan damai sejahtera. Sebab orang yang bimbang meragukan janji Allah. Karena itu kita harus belajar untuk percaya kepada Allah di tengah badai dan ombak yang menakutkan.

 

Renungan:

     Anda sedang menghadapi ancaman badai besar? Inilah saat yang tepat untuk menguji janji-janji Allah dan mendapatkan damai sejahtera Allah. Katakan dengan penuh keyakinan, “Tuhan, aku percaya kepada janji-Mu bahwa Engkau melindungi kami dan melimpahkan damai sejahtera kepada kami di tengah badai besar sekalipun.”

 

Hanya Yesus yang sanggup memberikan damai sejahtera di tengah badai menggelora.